12/01/2026
Apa yang Membuat Sepatu Kerja Pria Sesuai dengan Standar CE dan UKCA
Selama enam tahun bekerja sebagai konsultan keselamatan tempat kerja, saya telah menyaksikan banyak kasus di mana sepatu kerja yang tidak sesuai standar menyebabkan cedera yang dapat dihindari dan bahkan sengketa hukum bagi perusahaan. Salah satu insiden yang tak terlupakan melibatkan klien manufaktur yang menyediakan sepatu kerja pria murah tanpa marking CE. Seorang pekerja mengalami luka sayatan di kaki akibat serpihan logam tajam, dan hasil investigasi menunjukkan bahwa sepatu tersebut gagal memenuhi persyaratan dasar ketahanan tusukan. Insiden ini tidak hanya mengakibatkan biaya medis dan hilangnya produktivitas, tetapi juga denda karena melanggar regulasi keselamatan Uni Eropa. Kemudian, ketika klien beralih ke sepatu kerja pria yang memenuhi standar CE dan UKCA, cedera kaki di tempat kerja turun sebesar 55% dalam waktu satu tahun. Pengalaman ini membuat saya yakin: memahami apa yang membuat sepatu kerja pria sesuai dengan standar ini bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga perlindungan mendasar bagi pekerja maupun perusahaan.

Standar CE dan UKCA: Persyaratan Utama untuk Sepatu kerja pria
Tanda CE dan UKCA adalah sertifikasi wajib untuk sepatu kerja pria yang dijual di Uni Eropa dan Inggris masing-masing, memastikan bahwa produk tersebut memenuhi kriteria kesehatan dan keselamatan yang ketat. Meskipun kedua standar ini memiliki banyak kesamaan, mereka juga memiliki kerangka regulasi yang berbeda. Persyaratan inti yang menentukan kepatuhan terbagi dalam tiga kategori utama.
Kriteria Kinerja Pelindung
Kedua standar CE dan UKCA mengharuskan sepatu kerja pria memberikan perlindungan yang ditargetkan sesuai dengan penggunaannya, sebagaimana ditetapkan dalam standar EN ISO 20345:2011 (standar global untuk alas kaki keselamatan). Persyaratan perlindungan utama meliputi:
-
Perlindungan Ujung Kaki: Tahan benturan (mampu menahan gaya sebesar 200J, setara dengan beban 20kg yang jatuh dari ketinggian 1m) dan tahan tekanan (mampu menahan tekanan sebesar 15kN) untuk tutup ujung kaki dari baja atau komposit. Ini merupakan persyaratan dasar untuk sebagian besar pekerjaan di bidang industri, konstruksi, dan gudang.
-
Ketahanan Tusukan: Pelat sol tengah yang terbuat dari baja atau komposit yang mencegah benda tajam (seperti paku, pecahan kaca, atau serpihan logam) menembus sol. Standar ini mensyaratkan ketahanan terhadap gaya tusukan sebesar 1100N.
-
Ketahanan Selip: Sol dengan koefisien gesekan ≥0,5 pada permukaan basah dan berminyak, diuji sesuai EN ISO 13287. Ini penting untuk tempat kerja seperti pabrik, dapur, dan lokasi konstruksi luar ruangan.
-
Perlindungan Tambahan: Untuk peran khusus, standar dapat mensyaratkan ketahanan kimia (untuk industri minyak & gas), isolasi listrik (untuk pekerja listrik), atau ketahanan panas (untuk pekerja pengecoran).
Standar Bahan dan Manufaktur
Sepatu kerja pria yang memenuhi standar harus menggunakan bahan berkualitas tinggi dan aman serta melalui kontrol manufaktur yang ketat. Standar CE dan UKCA melarang penggunaan zat berbahaya seperti timbal, kadmium, dan ftalat tertentu. Persyaratan utama bahan dan manufaktur meliputi:
-
Bahan Atas: Kain tahan lama dan bernapas (seperti kulit asli atau campuran sintetis diperkuat) yang mampu menahan abrasi dan sobekan. Bahan kulit harus memenuhi regulasi REACH Uni Eropa mengenai keamanan kimia.
-
Bahan Sol: Karet berperforma tinggi, polyurethane (PU), atau thermoplastic polyurethane (TPU) yang mempertahankan fleksibilitas dan sifat pelindung pada suhu ekstrem (-20°C hingga 55°C untuk sebagian besar lingkungan).
-
Jahitan dan Konstruksi: Jahitan kuat tanpa benang menggantung atau titik lemah, memastikan sepatu tetap utuh saat digunakan secara intensif. Komponen yang direkatkan harus memiliki daya rekat kuat untuk mencegah terlepasnya bagian.
Proses Pengujian dan Sertifikasi
Tidak ada sepatu kerja pria dapat memperoleh tanda CE atau UKCA tanpa melewati pengujian pihak ketiga oleh laboratorium terakreditasi. Untuk kepatuhan CE, laboratorium harus diakui oleh Badan yang Telah Diberitahukan Uni Eropa; untuk UKCA, laboratorium harus disetujui oleh Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) Inggris atau badan yang ditunjuk Inggris. Pengujian mencakup semua persyaratan kinerja pelindung, keselamatan bahan, dan ketahanan, dengan laporan uji terperinci dikeluarkan untuk menunjukkan kepatuhan. Produsen juga harus menyimpan Berkas Teknis yang berisi hasil pengujian, spesifikasi desain, dan catatan produksi untuk diperiksa oleh otoritas regulatori.
Latar Belakang Otoritatif dan Wawasan Ahli
Penandaan CE untuk alas kaki kerja diatur oleh Peraturan Perlindungan Diri Pribadi (PPE) Uni Eropa (Regulasi (UE) 2016/425), yang mengklasifikasikan sepatu kerja sebagai PPE Kategori II—artinya memerlukan sertifikasi pihak ketiga karena risiko signifikan yang dicegahnya. Untuk UKCA, kerangka kerja yang relevan adalah Peraturan PPE Inggris 2018, yang secara erat selaras dengan standar UE tetapi memerlukan sertifikasi terpisah untuk penjualan di Inggris pasca-Brexit.
Para ahli industri menekankan pentingnya memahami nuansa regulasi ini. Mark Wilson, spesialis kepatuhan produk senior di Safety Footwear Association (SFA) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, menyatakan: “Banyak perusahaan keliru mengira bahwa kepatuhan CE secara otomatis memenuhi syarat sepatu untuk penggunaan UKCA, tetapi kenyataannya tidak demikian. Pasca-Brexit, UKCA memerlukan pengujian dan sertifikasi terpisah oleh badan yang disetujui di Inggris. Untuk sepatu kerja pria, artinya kedua tanda tersebut harus diverifikasi jika dijual baik di wilayah UE maupun Inggris.”
Data dari Badan Eropa untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (EU-OSHA) mendukung pentingnya penggunaan alas kaki yang sesuai standar: tempat kerja yang menggunakan sepatu keselamatan bersertifikasi CE melaporkan 40% lebih sedikit kecelakaan terkait kaki dibandingkan dengan yang menggunakan alternatif non-patuhan. Demikian pula, Eksekutif Kesehatan dan Keselamatan Inggris (HSE) menyatakan bahwa penggunaan sepatu kerja non-patuhan merupakan faktor penyebab dalam 30% cedera kaki di tempat kerja di Inggris.
Panduan Praktis untuk Memverifikasi Kepatuhan
Bagi perusahaan dan pekerja yang ingin memastikan sepatu kerja pria memenuhi standar CE dan UKCA, berikut adalah tips verifikasi yang dapat dilakukan:
Periksa Tanda yang Sah
Tanda CE asli terdiri dari logo CE (dengan ukuran minimal 5 mm) diikuti oleh nomor identifikasi empat digit dari Badan yang Diberitahukan (Notified Body). Tanda UKCA mencakup logo UKCA dan nomor identifikasi dari Badan yang Disetujui Inggris (UK Approved Body). Kedua tanda tersebut harus dicetak secara permanen atau timbul pada sepatu (biasanya terletak di lidah sepatu, tumit, atau sol bagian dalam), bukan hanya dicetak pada kemasan.
Minta Dokumentasi Sertifikasi
Saat membeli sepatu kerja, mintalah kepada pemasok salinan Deklarasi Kesesuaian (DoC) dan laporan uji. DoC harus mencakup detail produk, produsen, standar yang berlaku (misalnya, EN ISO 20345:2011), serta badan sertifikasi. Hindari pemasok yang tidak dapat menyediakan dokumen-dokumen ini—kemungkinan besar mereka menjual produk yang tidak sesuai standar.
Sesuaikan Sepatu dengan Risiko Tempat Kerja
Kepatuhan tidak berlaku satu ukuran untuk semua. Pastikan fitur pelindung sepatu yang telah tersertifikasi sesuai dengan bahaya di tempat kerja. Misalnya, tukang listrik membutuhkan sepatu bersertifikasi CE/UKCA dengan isolasi listrik (dengan rating hingga 18 kV), sedangkan pekerja konstruksi memerlukan perlindungan ujung kaki dan tusukan. Periksa label produk sepatu untuk kode yang menunjukkan sifat pelindungnya (misalnya, "SB" untuk keselamatan dasar, "S1P" untuk sol tahan minyak dan perlindungan tusukan).
Kesalahan Umum dalam Kepatuhan yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan umum dapat mengganggu kepatuhan. Salah satu kesalahan besar adalah membeli sepatu "tiruan CE/UKCA" dari pemasok yang tidak teregulasi—sepatu ini mungkin memiliki tanda tersebut tetapi belum melalui pengujian yang sesuai. Kesalahan lainnya adalah menganggap sepatu bersertifikasi CE lama tetap patuh setelah adanya perubahan desain; setiap modifikasi pada bahan atau konstruksi memerlukan sertifikasi ulang. Selain itu, pekerja sering kali mengabaikan pentingnya pemeliharaan yang tepat: sekalipun sepatu awalnya memenuhi standar, sifat pelindungnya akan hilang jika solnya aus atau tutup ujung kaki rusak, sehingga pemeriksaan rutin dan penggantian sangat penting.
Kesimpulan
Sepatu kerja pria mencapai kepatuhan CE dan UKCA melalui kombinasi pemenuhan kriteria kinerja pelindung yang ketat, penggunaan bahan yang aman dan tahan lama, lolos uji pihak ketiga, serta mematuhi kerangka peraturan regional. Pengalaman saya dalam keselamatan tempat kerja membuktikan bahwa sepatu yang sesuai regulasi bukan hanya kewajiban hukum—tetapi merupakan investasi penting dalam keselamatan pekerja, mengurangi cedera, serta melindungi bisnis dari denda dan kerusakan reputasi.
Didukung oleh standar otoritatif dari Uni Eropa dan Inggris, serta didukung oleh para ahli industri dan data keselamatan, memahami elemen-elemen utama kepatuhan CE dan UKCA memberdayakan bisnis dan pekerja untuk membuat keputusan yang tepat. Saat memilih sepatu kerja pria, utamakan sertifikasi yang sah, sesuaikan fitur pelindung dengan risiko tempat kerja, serta verifikasi dokumen—dengan demikian setiap langkah yang diambil menjadi langkah yang aman.
EN
AR
BG
HR
CS
DA
NL
FI
FR
DE
EL
HI
IT
JA
KO
NO
PL
RO
RU
ES
SV
TL
ID
SR
VI
HU
MT
TH
TR
AF
MS
GA
BN
NE